Rabu, 24 Juli 2019

Bercerita? Yes or No?


Assalamualaikum, salam sejahtera semoga tercurah padamu :)

Oke hai hallo! 
Hari ini gue lagi pengin nulis ttg masalah yang mungkin setiap manusia pernah mengalaminya atau merasakannya.


Gini, gue adalah orang yang senang sekali menyimpan video di hp gue untuk jadi bahan hiburan atau bahkan menjadi pengingat diri.. Lalu, gue download lah 2 video dari dua orang yang punya andil besar dalam memengaruhi pemikiran gue. Oke, gue kasih tau siapa tapi tanpa menyebutkan nama ya, video pertama yang gue download adalah video ttg salah satu kajian ustad favorit gue yang anak muda banget (hehehe), gue tertarik dengan judul videonya yang seperti biasa, yaitu membuat gue begitu penasaran, lanjut ke video ke dua yaitu video influencer yang pernah kuliah di Jerman, sekarang dah nikah. Meskipun untuk influencer tersebut kadang kala opininya ada beberapa yang tidak sepaham dengan opini gue, tapi gue tetep suka dengan kontennya, yang gue ambil tentunya konten open minded yang dia punya, itu membuat gue juga punya pemikiran yang lebih luas, tapi meskipun begitu Alhamdulillah gue masih berpegang teguh dengan nilai2 agama gue, karena sebetulnya tujuan gue menonton videonya adalah untuk meyakinkan diri gue bahwa yaaa begitulah, manusia memang ditakdirkan untuk tidak sama, semua punya sudut pandang sekalipun mereka di kandung dalam rahim yang sama atau bahkan tinggal dalam rahim yang sama dalam satu waktu yang bersamaan, tentunyaaa gue nntn itu bukan untuk mencari dukungan kebenaran tentang opini gue.

Alhamdulillah Allah sungguh sangaat baikkk karena gue diberikan kesempatan oleh Allah untuk tersadarkan bahwa dunia ini memang begitulah adanya.

Dunia itu bukan tentang dirimu saja, agamamu saja, pemikiran dan pemahaman mu saja. Semua beraneka ragam, semua punya sudut pandang dan tentunya tidak bisa kamu samakan :) HAHAHAHAHA OOT terusssssss wkwkw lanjooooet

oke, lanjut ke topik yang utama ((terkait makna video yang gue tonton serta korelasinya sama kehidupan))..
Video yang pertama gue tonton adalah video ke dua, gue tonton lebih tepatnya dengerin saat gue lagi beberes kamar tidur ((hehe)), menurut pemahaman gue dari video tersebut bahwa influencer tersebut ingin menyampaikan opininya untuk "Stop, so tau tentang keadaan orang lain cukuplah jadi pendengar yang  baik dan validasi perasaan orang yang sedang di rundung masalah tanpa mengeluarkan kata2 "Sabar ya, harus selalu bersyukur, ingat Tuhan.." Awalnya gue sangat setujuuu sekali dengan statement tersebut, tapi setelah itu pemikiran gue pun tergoncang kembali terkait topik tersebut, penyebabnya adalah gue menonton video pertama yang gue download dan gue dengerin pas gue lagi bosen nunggu responden di RSMM ((hehehehhe)). Gue akhirnya mendapat pemahaman terkait isi video ke satu yang gue download yaitu bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan untuk meringankan masalah orang lain, maka Allah akan membalas dengan kebaikan pula. Lalu, dalam video tersebut menyinggung ttg "Contohnya saat teman kamu sedang bersedih kamu bisa bilang sabar, tenang ada Allah, itu akan menambah kebaikan berkalikalikali lipat." tuinggg gue langsung mikir lagi dong, iya juga yaah kalau gue lagi sedih kadangkala kata2 semangat bisa menumbuhkan rasa semangat dan meruntuhkan perasaan sedih, lalu kenapa kita harus hanya diam saja saat ada hal baik yang bisa kita lakukan? Mungkin, ada beberapa orang yang menganggap bahwa "AH LO CUMAN BISA SEMANGATIN GUE DOANG! GAADA GUNANYA, HIDUP GUE JUGA AKAN GINI TERUS! GAUSAH SO TAU LO! GAUSAH DEH NGASIH2 SEMANGAT!  MENDING KALAU DENGAN SEMANGAT YANG LO KASIH ADA EFEKNYA BUAT GUE! GAADA! UDAHLAH GAUSAH DEH GUE CURHAT SAMA SIAPA SIAPA LAGI, EMANG GAADA YANG NGERTIIN, GUE CURHAT GUE PENGINNYA DI DENGERIN DOANG GAUSAH DEH LO SOTAHU!" astagfirullah gue nulis capslock gitu kenapa degdegan gini wkwkwkwkwkwk iya mungkin ada beberapa yang berpikiran seperti itu.. Ya kan? kamu termasuk gak? :) aku, pernah.

Gue pernah ada dalam posisi seperti itu, gue menganggap buat apasih gue ceritaa buat apasihhhh, toh semua orang bertopeng. Lalu.... akhirnya masalah terus dan terus ada di kepala berputarputar tanpa tahu arah tujuannya kemana dan akhirnya apa? akhirnya lo bukan menemukan jalan keluar, tapi lo akan terus terjebak dalam labirin kesengsaraan. Lalu....  Alhamdulillah dalam keadaan seperti itu, lagi2 Allah sungguhhhhh sangat maha baik, menggerakan hati gue untuk akhirnya melihat beberapa pembelajaran kehidupan yang membuat gue tersadarkan bahwa bercerita adalah hal penting. Iya, jadi waktu gue menjalani pendidikan S1, gue pernah menjalani praktek di salah satu rumah sakit jiwa yang ada di kota tercinta qu, Bogor. Nah, singkat cerita gue dan kelompok mendapati pasien kelolaan seorang lansia laki2.. Dari hasil pengkajian awal didapatkan bahwa pasien ini merupakan pasien dengan pengalaman yang luar biasaa, beliau merupakan mantan kedutaan besar Indonesia di beberapa Negara, salah satu yang gue ingat adalah Belanda. Waw gak? engga, ((awalnya)) hehehe tapi kesananyaa waw bingit... Kenapa awalnya engga? Karena gue dan satu kelompok gue punya dugaan awal bahwa pasien ini punya gangguan lain, yaitu waham ((tingkatan lebih tinggi dari halusinasi, untuk lebih lengkap silahkan cari referensi di Google)). Tapi ternyata dugaan awal itu salah besar, ternyata pasien ini memang sekeren itu pada zamannya, hal tersebut gue validasi ulang pada kakak perawat yang memang bertugas untuk merawat beliau dari pertama masuk hingga saat ini (fyi, ruangan tempat gue praktek adalah ruangan khusus lansia yang sudah tenang). Penasaran dong gue, wah baru nih gue dapet pasien yang punya latar belakang yang menurut gue punya kemungkinan kecil lahh bisa sampe punya gangguan jiwa. Alhasil gue dan kelompok gue terus menerus membina hubungan saling percaya dan mengkaji terus dan terus, akhirnya gue dan kelompok gue mendapatkan jawaban.

Beliau akhirnya bercerita bahwa, beliau adalah orang yang tidak pernah bercerita apapun pada siapapun khususnya ttg masalah kehidupan alias memendam masalah dengan kepalanya sendiri sejak dari duluuuuu sekaliii.

Beliau bercerita bahwa, saat memiliki masalah beliau hanya memikirkannya sehingga pikirannya hanya berputarputar dalam labirin itu karena beranggapan bahwa yang beliau lakukan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan jalan keluar padahal tidak sama sekali, sampai pada akhirnya membuat beliau punya "teman"  bayangan yang awalnya baik sekali lalu akhirnya mengganggu hingga menyuruh untuk melakukan hal2 yang merugikan dirinya sendiri bahkan lingkungan sekitar dan akhirnya membuat dirinya memiliki gangguan kejiwaan. Alhamdulillah, lama kelamaan pasien ini akhirnya sangat trust atau percaya dan menceritakan semuanya pada gue dan kelompok dan diakhir pertemuan pasien ini mengatakan senang karena sudah bercerita banyak hal setelah menyadari dan menerima segala apapun yang terjadi dalam kehidupannya.
Begitulah..... 


Jadi, Alhamdulillah dengan pengalaman tersebut gue mendapatkan pembelajaran hidup yang sangat penting yaitu bahwa yang pertama kita harus menerima segala sesuatu hal yang terjadi, khususnya dalam kehidupan, bahwa memang kehidupan ini semakin lama akan semakin sulit, hidup akan terus berjalan, waktu terus bergulir, dan dia tidak akan berhenti apapun yang terjadi. Kamu pasti akan menemukan titik bahagia dan titik tersedih yang ada dalam kehidupan ini.

Bercerita adalah salah satu kegiatan yang bisa dilakukan karena tanpa disadari benang2 kusut yang ada di dalam pikiranmu akan mulai membaik. Tentang respon orang lain? JANGAN perdulikan itu, yang terpenting adalah benang kusutmu harus segera diluruskan bukan ditunda untuk diluruskan ((mencari kesenangan sesaat)). Sebab, kita harus tetap ada yang mengingatkan dan mengungatkan, karena kita makhluk sosial yang pasti akan terus memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi.

Makhluk sosial yang sedang ada dalam fase kehidupan yang tidak tahu akan jadi apa kedepan, karena takdir yang tidak sepenuhnya bisa kita tentukan :) tidak ada salahnya kita mencoba beberapa hal yang sesungguhnya sifatnya sementara, hal baru tersebut tentunya diutamakan berhubungan dengan kebaikan :) Contohnya bercerita dan mendengarkan tanpa menghakimi. Bukankah sebaikbaiknya hakim hanya Allah swt? (( + hakim dunia kalau ceritanya berkaitan dengan pelanggaran hukum di dunia ya)). Mulai saat ini mari belajar untuk memahami diri sendiri, bicaralah yang baik atau diam dan perlakukan seseorang sebagaimana kamu ingin diperlakukan :)

Semoga kita merupakan orang2 yang selalu dalam lingkaran kebaikan dan selalu diberkahi oleh Allah yaa aamiin Allahumma aamiin yaAllah :)

Lega rasanya, sudah menumpahkan ini dalam tulisan, mungkin dari beberapa orang yang baca rasanya ah bacaannya gaenak wkwk its okey saya sudah dalam fase menerima hal tersebut :)

Alhamdulillah udah sampai di akhir, terima kasih sudah baca tulisan ini :'''')  semoga ini bisa jadi pengingat bagi diri ini atau bahkan untuk orang lain aamiin Allahumma aamiin yaAllah.


Salam sayang, 
Defat💕

Hilang (?)